Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Ajak Naik Arung Jeram, Relawan FPI Hibur Bocah Korban Banjir Di Sukajaya Bogor

Senin, 20 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tak hanya orang dewasa yang menderita akibat musibah banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat di awal tahun 2020 ini, tetapi juga kalangan anak-anak.

Untuk itu Relawan FPI nasional paska banjir dan longsor di Kampung Banar, Desa Harkatjaya kecamatan Sukajaya mencoba menghibur anak-anak korban terdampak banjir sekaligus menghilangkan trauma akan bencana tersebut, dengan mengajak mereka naik arung jeram.

Alhamdulillah, para bocah itu nampak sangat bergembira dan menikmati naik arung jeram bersama para Relawan FPI.

"Sungguh senang rasanya melihat senyum dan tawa itu terlihat di wajah-wajah bocah terdampak banjir dan longsor ini", ujar Andre Aston Relawan FPI Jatim

Sebagaimana diketahui, banyak wilayah di Jawa Barat, Banten, Jakarta dan lainnya dilanda banjir akibat hujan deras yang turun terus menerus di malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2019).

Para Relawan Front Pembela …

Dana Desa: Diusulkan Prabowo, Ditandatangani SBY, Ditentang PDIP, Diklaim Jokowi

Kamis, 28 Februari 2019

Faktakini.com, Jakarta - Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan kepada perangkat desa bahwa anggaran Dana Desa ada karena Jokowi. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengingatkan UU No 6/2014 tentang Desa diteken Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dana desa itu berdasarkan UU tentang Desa yang diteken Pak SBY tahun 2014 dan sudah dianggarkan oleh beliau tahun 2015. Itu artinya bahwa dana desa ini ada karena ada UU tentang Desa yang ada sejak zaman Pak SBY," kata Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo - Sandi, Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Malah, kata Hidayat, kala itu PDIP menolak UU Desa. Ia pun meminta Tjahjo mengoreksi pernyataannya.

"Uniknya justru pada masa itu justru PDIP yang menolak dana desa. Jadi saya berharap besok Pak Mendagri mengoreksi deh, seperti yang lain. Nggak perlu sungkan lah," ujarnya.

Menurut Hidayat, Tjahjo seharusnya menyampaikan kepada rakyat agar tak perlu takut program serupa terhenti siapapun yang menjadi presiden. Dia mengatakan tak semua yang ada di negara ini dihadirkan Jokowi.

"Itu tidak benar dan cenderung menghadirkan seolah-olah apa yang dihadirkan negara itu adalah dilakukan oleh sang calon presiden. Harusnya dinyatakan bahwa dana yang digelontorkan oleh pemerintah itu adalah dana APBN. Siapapun yang memerintah Indonesia, memimpin indonesia, dia akan melakukan itu," ucap Hidayat.

Seruan itu sebelumnya disampaikan Tjahjo dalam acara rakornas penyelenggaraan pemerintahan desa tahun 2019. Di akhir acara, ia mengajak kepala desa berdiri.

"Saya minta para kepala desa berdiri. Kalau saya bilang Dana Desa, jawab Pak Jokowi," serunya.

"Dana desa!" kata Tjahjo.

"Pak Jokowi!" timpal para peserta.

"Ingat ya, anggaran dana desa itu karena ada Presiden Pak Joko Widodo. Terima kasih," Klaim Tjahjo yang ternyata terbukti tidak benar.

Sumber: Detik

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…