Langsung ke konten utama

Featured Post

Damai Hari Lubis: AAB Dukung Dan Siap Jadi Korlap Aksi Unjuk Rasa FPI, GNPF Dan PA 212

Jum'at, 24 Januari 2020

Faktakini.net

Damai Hari Lubis

*Mendukung Penuh Dan Siap Menjadi Korlap Dari Unjuk Rasa Yang Akan Dilakukan Oleh FPI , GNPF U Dan 212*

Dengan pernyataan resminya Yasona Laoli/ YL termasuk Dirjen Imigrasi Dr. Ronny Sompie / RS yang terpantau beritanya melalui media publik / pers, bahwa Harun Masiku ( HM ) masih diluar negeri, kenyataannya belakangan pernyataan mereka tersebut adalah hoaks atau berita bohong. Maka bila benar statemen- statemen yang dibuat punya unsur mens rea sebagai usaha ' menghalangi ' atau obstructiĆ²n of justice , dengan tujuan KPK terhambat dan kesulitan dalam melakukan penyidikannnya , maka secara hukum terhadap mereka dapat dinyatakan sebagai merupakan perbuatan melawan hukum atau delik pidana

Oleh karena statemen dimaksud berhubungan erat terkait dengan penyidikan KPK tentang adanya bukti kuat sementara perihal HM yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dengan modus memberikan uang suap atau sogokan ke…

Ceramah Gus Muwafiq Di Tebing Tinggi Ricuh Diprotes Warga Karena Kampanye 01 Dan Provokatif

Kamis, 28 Februari 2019

Faktakini.com, Tebing Tinggi - Buntut dari kisruh saat ceramah Tokoh Islam Nusantara (Isnus) Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan Gus Muwafiq di Tebing Tinggi, Sumatera Utara terus berbuntut panjang.

Pihak kepolisian mengumumkan telah menetapkan 11 warga masyarakat yang diduga juga merupakan anggota dan  simpatisan Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka kericuhan di acara Tabligh Akbar dan Tausyiah Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir Nahdathul Ulama (NU) itu, Selasa (27/2/2019).

Pihak kepolisian mengatakan 11 warga Tebing Tinggi itu hendak membubarkan acara itu serta meneriakkan ganti presiden dan mengacungkan dua jari.

"Awalnya diamankan delapan orang. Tadi malam, dari hasil pengembangan ada tiga orang lagi. Semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (28/2).

Dari hasil gelar perkara, kata dia, telah terpenuhi unsur tindak pidananya dan telah cukup alat bukti untuk dilakukan penahanan.

Seluruh tersangka itu dijerat dengan Pasal 160 subsidair Pasal 175 jo Pasal 55, dan Pasal 56 KUHP.

Kericuhan di acara itu bermula saat Gus Muwafiq menyampaikan tausiyah pada Rabu (27/2) pukul 11.40 WIB.

Dalam acara yang dihadiri oleh Kapolda Sumut, Wali Kota Tebing Tinggi, serta sejumlah tokoh agama itu, Suhairi alias Gogon dan warga masyarakat lainnya berusaha masuk ke lokasi kegiatan lalu membubarkan acara, sehingga berujung penangkapan oleh aparat kepolisian.

Sementara versi lain yang beredar luas di Media Sosial menyebutkan kericuhan itu dipicu oleh isi ceramah Gus Muwafiq yang dinilai ngawur serta memprovokasi dan menyudutkan umat Islam.

Dalam informasi yang beredar luas di group-group Whats App, Gus Muwafiq dalam ceramahnya disebut menerangkan tentang keanekaragaman suku bangsa di Indonesia, namun ujung-ujungnya untuk meralat kata alfateka.

Gus Muwafiq pun dalam acara ini mengkampanyekan Paslon 01, padahal ini bukan acara Kampanye.

Muwafiq menyatakan KH Ma'ruf Amin maju menjadi Cawapres untuk menyelamatkan Indonesia  dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan Gus Muwafiq ini jelas ada karena terlihat jelas dalam cuplikan rekaman video yang viral beredar.

Walau sudah disoraki oleh puluhan hadirin yang menolak ceramahnya, bukannya mereda Gus Muwafiq malah makin menjadi-jadi.

Ia kemudian mengeluarkan pernyataan menyerang Hajjah Neno Warisman dan puisi yang ia bacakan pada Malam Munajat 212 di Monas.

Lalu Gus Muwafiq mengatakan boleh sholat berimam karena sudah janjian suami istri mau sholat bersama. Rupanya si istri ngompol sehingga bernajis dan harus mandi trus waktu sholat nya tadi kan sholat zuhur, rupanya masuk waktu sholat ashar jadi diikuti si istri sholat ashar, Muwafiq bilang syah berimamnya, ucapannya ini membuat umat Islam marah.

Gus Muwafiq kemudian membela oknum-oknum Banser yang telah membakar Bendera Tauhid di Garut beberapa bulan yang lalu. Muwafiq  bilang bahwa Al-liwa dan Ar-rayyah itu bukan bendera Rasullullah.

Makin ngawur lagi, waktu ngajak Bersholawat Muwafiq mengatakan macam-macam cara orang Indonesia berdialek sehingga boleh Sholawat dibuat macam-macam, lalu Muwafiq mengajak Sholawat pakai lagu dangdut.

Karena sudah tak tahan lagi, akhirnya sebagian warga masyarakat yang hadir melakukan protes dan berteriak-teriak meminta ceramah Muwafiq dihentikan, sehingga acara menjadi kisruh dan warga yang melakukan protes itu ditangkap oleh aparat yang berwenang.

Dikatakan pula dalam informasi yang beredar luas itu bahwa umat Islam Tebing Tinggi tidak anti dengan acara Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan, mereka tidak anti dengan NU, namun mereka hanya meminta ceramah ngawur dan sesat Muwafiq tokoh aliran Isnus ini dihentikan.

Akhirnya umat Islam pun menyampaikan tuntutannya agar ceramah Muwafiq segera disetop, namun akhirnya dianggap membuat rusuh dan ditangkap.

Dikabarkan pula bahwa dalam acara itu ada pembagian Sembako atas nama Kapolda Sumut Irjen pol Dra. Agus Andrianto SH yang isinya 5 KG Beras, 2 KG minyak tanah, 2 KG gula pasir.

Dan diacara tersebut para PNS wajib hadir karena absensi berada pada acara tersebut, jadi ada dugaan acara ini juga termasuk bentuk kampanye terselubung dengan mengatasnamakan NU.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…