Langsung ke konten utama

Featured Post

Luruskan Toa Bukan untuk Banjir, Gubernur Anies Ingatkan Jajarannya Siapkan Sistem Peringatan Dini

Ahad, 9 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan masukan penting terkait sistem peringatan dini (early warning system/EWSterhadap) banjir di Jakarta. Menurutnya, yang dimaksud sistem adalah ketika tiap SKPD di Jakarta sudah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ada peringatan banjir.

"Sistem itu kira-kira begini, kejadian di Katulampa (tinggi) air sekian, keluarlah operasionalnya. Dari Dishub, Dinas Kesehatan, MRT, Satpol, seluruhnya itu tahu wilayah mana yang punya risiko.

Jadi, sebelum kejadian kita sudah siap," kata Gubernur Anies saat rapat bersama para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membahas tentang pengendalian banjir yang diunggah di akun Youtube Pemprov DKI.

Dalam video tersebut dapat dilihat bahwa Gubernur Anies Baswedan menyinggung penggunaan toa sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap banjir di Jakarta.

Hal ini karena dalam salah satu slide presentasi mengenai disaster warning system…

Ceramah Gus Muwafiq Di Tebing Tinggi Ricuh Diprotes Warga Karena Kampanye 01 Dan Provokatif

Kamis, 28 Februari 2019

Faktakini.com, Tebing Tinggi - Buntut dari kisruh saat ceramah Tokoh Islam Nusantara (Isnus) Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan Gus Muwafiq di Tebing Tinggi, Sumatera Utara terus berbuntut panjang.

Pihak kepolisian mengumumkan telah menetapkan 11 warga masyarakat yang diduga juga merupakan anggota dan  simpatisan Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka kericuhan di acara Tabligh Akbar dan Tausyiah Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir Nahdathul Ulama (NU) itu, Selasa (27/2/2019).

Pihak kepolisian mengatakan 11 warga Tebing Tinggi itu hendak membubarkan acara itu serta meneriakkan ganti presiden dan mengacungkan dua jari.

"Awalnya diamankan delapan orang. Tadi malam, dari hasil pengembangan ada tiga orang lagi. Semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (28/2).

Dari hasil gelar perkara, kata dia, telah terpenuhi unsur tindak pidananya dan telah cukup alat bukti untuk dilakukan penahanan.

Seluruh tersangka itu dijerat dengan Pasal 160 subsidair Pasal 175 jo Pasal 55, dan Pasal 56 KUHP.

Kericuhan di acara itu bermula saat Gus Muwafiq menyampaikan tausiyah pada Rabu (27/2) pukul 11.40 WIB.

Dalam acara yang dihadiri oleh Kapolda Sumut, Wali Kota Tebing Tinggi, serta sejumlah tokoh agama itu, Suhairi alias Gogon dan warga masyarakat lainnya berusaha masuk ke lokasi kegiatan lalu membubarkan acara, sehingga berujung penangkapan oleh aparat kepolisian.

Sementara versi lain yang beredar luas di Media Sosial menyebutkan kericuhan itu dipicu oleh isi ceramah Gus Muwafiq yang dinilai ngawur serta memprovokasi dan menyudutkan umat Islam.

Dalam informasi yang beredar luas di group-group Whats App, Gus Muwafiq dalam ceramahnya disebut menerangkan tentang keanekaragaman suku bangsa di Indonesia, namun ujung-ujungnya untuk meralat kata alfateka.

Gus Muwafiq pun dalam acara ini mengkampanyekan Paslon 01, padahal ini bukan acara Kampanye.

Muwafiq menyatakan KH Ma'ruf Amin maju menjadi Cawapres untuk menyelamatkan Indonesia  dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan Gus Muwafiq ini jelas ada karena terlihat jelas dalam cuplikan rekaman video yang viral beredar.

Walau sudah disoraki oleh puluhan hadirin yang menolak ceramahnya, bukannya mereda Gus Muwafiq malah makin menjadi-jadi.

Ia kemudian mengeluarkan pernyataan menyerang Hajjah Neno Warisman dan puisi yang ia bacakan pada Malam Munajat 212 di Monas.

Lalu Gus Muwafiq mengatakan boleh sholat berimam karena sudah janjian suami istri mau sholat bersama. Rupanya si istri ngompol sehingga bernajis dan harus mandi trus waktu sholat nya tadi kan sholat zuhur, rupanya masuk waktu sholat ashar jadi diikuti si istri sholat ashar, Muwafiq bilang syah berimamnya, ucapannya ini membuat umat Islam marah.

Gus Muwafiq kemudian membela oknum-oknum Banser yang telah membakar Bendera Tauhid di Garut beberapa bulan yang lalu. Muwafiq  bilang bahwa Al-liwa dan Ar-rayyah itu bukan bendera Rasullullah.

Makin ngawur lagi, waktu ngajak Bersholawat Muwafiq mengatakan macam-macam cara orang Indonesia berdialek sehingga boleh Sholawat dibuat macam-macam, lalu Muwafiq mengajak Sholawat pakai lagu dangdut.

Karena sudah tak tahan lagi, akhirnya sebagian warga masyarakat yang hadir melakukan protes dan berteriak-teriak meminta ceramah Muwafiq dihentikan, sehingga acara menjadi kisruh dan warga yang melakukan protes itu ditangkap oleh aparat yang berwenang.

Dikatakan pula dalam informasi yang beredar luas itu bahwa umat Islam Tebing Tinggi tidak anti dengan acara Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan, mereka tidak anti dengan NU, namun mereka hanya meminta ceramah ngawur dan sesat Muwafiq tokoh aliran Isnus ini dihentikan.

Akhirnya umat Islam pun menyampaikan tuntutannya agar ceramah Muwafiq segera disetop, namun akhirnya dianggap membuat rusuh dan ditangkap.

Dikabarkan pula bahwa dalam acara itu ada pembagian Sembako atas nama Kapolda Sumut Irjen pol Dra. Agus Andrianto SH yang isinya 5 KG Beras, 2 KG minyak tanah, 2 KG gula pasir.

Dan diacara tersebut para PNS wajib hadir karena absensi berada pada acara tersebut, jadi ada dugaan acara ini juga termasuk bentuk kampanye terselubung dengan mengatasnamakan NU.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …