Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Sintang Bagikan Paket Sembako Untuk Kaum Dhuafa Muslim Dan Non Muslim Di Dua Dusun

Senin, 13 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Menyusuri perkampungan yang sejuk diikuti tegur sapa hangat dari warga Dusun Mangkuk Matai dan Dusun Marti Jaya Desa Enggah Jaya Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang.

Dibalik senyum ramah menyapa itu, tak ada kebencian tak ada kalimat kasar dari warga desa itu. Tim Program FPI berbagi Kabupaten Sintang mendatangi beberapa rumah penduduk sambil membawa bingkisan berupa sembilan bahan pokok ala kadarnya, hari Jum’at 10 Juli 2020 lalu.

Selain muslim sejumlah warga dari Suku Dayak beragama non muslim yang merupakan penduduk asal desa itu juga didatangi Tim Program FPI berbagi Kabupaten Sintang. Canda tawa ramah penduduk mengiringi langkah beberapa orang anggota dan pengurus FPI ini.

Warga mengungkapkan bahwa apa yang didengar disejumlah media yang mengatakan FPI itu sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang mereka saksikan saat ini.

“Apa yang kami dengar selama ini tentang FPI sangat bertolak belakang dengan kenyataan saat ini ketika menya…

BPN Sesalkan Provokasi Memancing Kegaduhan Di Acara Prabowo Dan Minta Polisi Tangkap Pelakunya

Kamis, 28 Februari 2019

Faktakini.com, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhud Alynudin, sangat menyesakkan timbulnya provokasi yang akhirnya sempat menimbulkan kericuhan di acara Prabowo.

Suhud pun menduga kericuhan di dekat kegiatan kampanye capresnya di Grand Pacific Hall Sleman diprovokasi, alias ada unsur kesengajaan. Menurutnya, kericuhan itu bisa mengancam demokrasi.

"Patut dicurigai itu provokasi, memancing kegaduhan. Terlepas dari siapa pun yang melakukan, kami melihat itu merupakan ancaman terhadap demokrasi. Karena capres atau cawapres memiliki hak berkampanye di mana pun wilayah NKRI tanpa halangan dan gangguan," kata Suhud kepada wartawan, Rabu (27/2/2019).

BPN meminta kepolisian segera menyelidiki kericuhan tersebut. Sebab, menurut Suhud, jika dibiarkan, hal itu bisa menjadi contoh buruk di daerah lain.

"Kami meminta pihak aparat menyelidiki kasus ini dan menangkap pelakunya karena, jika didiamkan saja, aksi itu akan menjadi preseden buruk bagi daerah-daerah lain," paparnya.

Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS itu pun meminta semua pihak menjaga demokrasi. Perbedaan politik, kata Suhud, seharusnya bisa tetap menjaga kedamaian RI, bukan terpecah belah.

"Perbedaan pilihan politik hal yang biasa dalam negara demokrasi. Semua pihak harus menghormati. Para elite harus mengingatkan para pengikutnya untuk menjaga kedamaian," kata dia.

Dalam kampanye Prabowo di Sleman, polisi sempat melepas tembakan peringatan saat terjadi kericuhan.

Saksi mata menyebut ada dua orang yang membawa spanduk Jokowi di tengah pendukung Prabowo. Dua orang itu seperti sengaja dikirim untuk memprovokasi serta memancing kemarahan massa Prabowo - Sandi.

"Tadi ada dua orang bawa spanduk Jokowi-Amin, dikejar (massa)," kata Aji, salah seorang warga, Rabu (27/2/2019).

Sumber: Detik

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…