Langsung ke konten utama

Featured Post

Bandung Banjir Lagi, Empat Kecamatan Terendam Luapan Citarum, Terparah Di Desa Dayeuhkolot

Jumat, 24 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya mengakibatkan Sungai Citarum meluap. Dampak kenaikan permukaan air itu, empat kecamatan di wilayah Bandung selatan terendam banjir.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, keempat kecamatan yang terendam banjir adalah Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Rancaekek.

"Banjir akibat dari intensitas hujan yang tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung," kata Budi, Jumat (24/1).

Budi menjelaskan, ketinggian air banjir Bandung yang masuk ke permukiman warga beragam. Mulai dari 30 cm hingga 140 cm.

"Untuk kondisi terkini, personel BPBD melakukan asesment dan evakuasi warga dan sebagian siaga di posko lapangan," ujarnya.

Menurut Budi, banjir sudah terjadi di beberapa wilayah sejak Kamis (23/1/2020). Namun air kembali naik setelah hujan yang cukup merata di wilayah Bandung.

Pihaknya…

Acara Prabowo Menyapa Di Sleman Sukses Dihadiri Ribuan Umat, Provokator Gagal Nodai Acara

Rabu, 27 Februari 2019

Faktakini.com, Sleman - Hari ini, Rabu (27/2/2019)  Prabowo Subianto Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI / Polri DIY-Jateng di Grand Pacific Hall, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seruan Allahu Akbar dan Prabowo Presiden pun menggema di Grand Pacific Hall, menunjukkan betaa besarnya harapan mereka pada Capres pilihan Ijtima' Ulama itu.

Prabowo hadir di lokasi acara  sekitar pukul 13.15 dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Kedatangan Prabowo disambut oleh ribuan pendukung serta relawan dan warga masyarakat yang sudah memadati hall sejak pukul 10.00 pagi.

"Allahu Akbar," seruan pendukung menyambut kedatangan capres dari partai Gerindra ini.

Dalam acara ini, ribuan relawan dan pendukung dari berbagai kalangan mulai dari alumni universitas swasta, purnawirawan hingga ormas-ormas islam telah memadati Grand Pacific Hall.

Dalam acara ini Prabowo memberikan pidato kebangsaan dan dilanjutkan dengan deklarasi dukungan dari ribuan purnawirawan dan anggota masyarakat lain.

Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan sangat meriah. Ribuan anggota Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Jateng - DIY mengawal kedatangan Prabowo.

Warga masyarakat di pinggir-pinggir jalan yang dilalui oleh Prabowo juga sangat antusias menyambut kedatangan beliau.

Di lokasi acara, dua Putra KH Maimun Zubair yaitu Gus Najih dan Gus Wafi setia mendampingi Prabowo bahkan Gus Najih memimpin doa yang diikuti oleh ribuan orang yang hadir.

Prabowo dipercaya oleh umat Islam mampu membawa Indonesia yang adil dan makmur, menjaga aqidah ahlussunah wal jamaah, dan kedaulatan bangsa dan NKRI.

Namun seperti biasa, pihak yang tidak suka selalu berusaha menciptakan noda dalam setiap acara sukses umat Islam dan Paslon 02. Tujuannya tentu supaya berita sukses dan tertib nya acara bisa ditutupi dengan berita "acara Prabowo rusuh" dan berbagai narasi negatif lainnya.

Gangguan dan provokasi pihak jahat itu dilakukan jauh diluar Gedung acara atau tepatnya di pinggir Jalan Magelang Km 4,5.

Informasi yang dihimpun, ada dua orang yang belum diketahui identitasnya dan diduga provokator yang sengaja ingin memancing kemarahan, mereka dengan sengaja membentangkan spanduk Jokowi- Ma'ruf Amin di tengah ribuan massa pro Prabowo di luar Grand Pacific Hall.

Kedua provokator itu langsung dikejar massa  sebelum akhirnya bisa diamankan polisi yang berjaga di lokasi acara Prabowo tersebut.

"Tadi ada dua orang bawa spanduk Jokowi-Amin, dikejar," kata Aji, salah seorang warga, Rabu (27/2/2019).

Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah saat dihubungi wartawan melalui telepon membenarkan adanya kericuhan itu.

"Betul ada sedikit insiden (di sekitar Grand Pacific Hall)," kata Rizky.

Rizky mengakui memang ada anggota polisi yang mengeluarkan tembakan peringatan saat insiden terjadi.

"Itu untuk menghalau gesekan, untuk meredam emosi massa di lapangan. Jadi anggota mengeluarkan tembakan peringatan, hanya menghalau agar tidak ada gesekan," jelasnya.

Rizky menyebut pihaknya masih mendalami insiden itu. Dia belum bisa menyampaikan apakah sudah ada orang yang diamankan, berapa jumlahnya, apakah ada korban luka dan apa pemicu pasti dari peristiwa tersebut.

"Masih didalami," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan anggota GPK, sekitar Pukul 13.00 WIB di Gang Kutu Dukuh Desa Sinduadi Kecamatan Melati Kabupaten Sleman Rombongan GPK yang mengawal rombongan Prabowo dari arah Utara jalan Magelang  menuju ke arah Selatan untuk mengikuti Acara Prabowo di Grand Pacific Hall Sleman, dilempari Batu oleh kelompok yang diduga simpatisan  PDIP dari dalam Gang Kutu Dukuh dan sambil membawa sajam berupa sabit serta pedang, sehingga  menimbulkan kemarahan  Rombongan GPK dan di Kejar Oleh Laskar GPK.

Sumber: Detik

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…