Langsung ke konten utama

Featured Post

Biadab! Pemukim Israel Membakar Masjid di Beit Safafa, Yerusalem

Jum'at, 24 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Para pemukim Yahudi ekstremis, Kamis dini hari (23/01/2020), membakar sebuah masjid dan menyemprotkan grafiti rasis di dindingnya di desa Beit Safafa, barat daya Yerusalem, menurut saksi mata.

Sekelompok pemukim Yahudi menyelinap ke desa sebelum fajar, membakar Masjid Al-Badriya yang menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan. Para pemukim juga menuliskan slogan-slogan rasis di tembok-temboknya, seperti "kematian bagi orang Arab" dan "kematian bagi orang Palestina".

Kementerian Agama dan Awqaf, yang bertanggung jawab atas urusan masjid, mengutuk serangan itu sebagai "kejahatan keji yang merupakan bukti kebrutalan mesin hasutan rasis Israel terhadap kesucian Islam dan Kristen di Palestina."

"Kejahatan ini merupakan serangan terang-terangan terhadap Muslim dan perasaan mereka," Kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Banyak aktivis dan kelompok hak asasi manusia Palestina telah berul…

3 Anggota GPK Khittah Terluka Diserang Penyusup Yang Mengganggu Acara Prabowo

Kamis, 28 Februari 2019

Faktakini.com, Yogyakarta - Seperti tak ingin melihat acara Prabowo tertib dan damai, para penyusup dan provokator datang mengganggu dan sempat menimbulkan kericuhan terjadi saat Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berkampanye di Yogyakarta.

Kericuhan akibat ulah kelompok jahat yang ingin menodai kesuksesan acara Prabowo ini terjadi di beberapa titik baik di dekat tempat acara maupun saat rombongan peserta kampanye pulang usai mendengarkan pidato Prabowo.

Ketua DPW PPP Khittah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Syukri Fadholi mengatakan, ada beberapa anggotanya yang mengalami luka-luka saat terjadi kericuhan.

Syukri menyebut sedikitnya ada tiga anggota Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Khittah yang menjadi korban.

"Saya dapat laporan di Kuncen (Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogya), satu teman dari GPK kena lemparan batu retak tangannya. Di Jalan Magelang (tak jauh dari lokasi acara Prabowo) dua orang luka kena lemparan batu," ujar Syukri saat dihubungi, Rabu, 27 Februari 2019 malam.

Syukri menjelaskan untuk korban di Wirobrajan, kasusnya telah dilaporkan ke Polresta Yogyakarta. Sedangkan untuk kasus di Jalan Magelang, Syukri mengaku belum mendapatkan keterangan apakah korban melakukan laporan ke polisi atau tidak.

Terkait kericuhan di Jalan Magelang, Syukri menjelaskan soal sejumlah anggota GPK Khittah yang berada di sekitaran Grand Pasific Hall tempat berlangsungnya acara kampanye Prabowo. Tiba-tiba ada gerombolan tak dikenal melempari dengan batu dan ketapel.

Lemparan batu disebut Syukri kemudian membuat anggota Khittah terpancing untuk mengejar pelaku dan berujung pada kericuhan.

Syukri pun meminta kepada anggota GPK Khittah paska kericuhan di Jalan Magelang bisa menahan diri dan tak terprovokasi. Syukri berharap paska kericuhan, ke depannya aktivitas kampanye pilpres ini tidak ada lagi pihak-pihak yang sengaja memancing keributan.

"Saya harap ya jangan mengganggu, jangan saling mencegah, melempar, supaya situasi Yogya dan bangsa pada umumnya aman, tertib. Kepada semua lapisan masyarakat, beda pendapat boleh, tapi kewajiban kita semua mewujudkan pemilu yang aman damai," kata Syukri.

Syukri pun mempercayakan kepada polisi untuk memproses peristiwa ini. Syukri pun meminta kepada polisi agar tegas dan adil dalam melakukan proses hukum.

"Kalau tetap proses hukum ya jalan dan saya harap polisi tegas dan adil. Tapi kalau ada perdamaian, ya damai. Yang penting ke depan jangan saling membalas dan peristiwa serupa tidak terulang lagi," kata dia.

Sumber: Viva

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…