Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Umat Islam Bersatu, Hasilnya Menang Telak Di Pilgub Sumut Dan Kalbar

Sabtu, 30 Juni 2018

Faktakini.com

Shodiq Ramadhan

Persatuan Umat

Malam ini sy tiba2 tertarik otak-atik angka. Bandingin jumlah penduduk Indonesia berdasarkan agamanya, dengan perolehan suara Cagub-cawagub di Sumut dan Kalbar.
Sesederhana itu, tanpa gunakan variabel lainnya.

Berdasar data hasil sensus 2010 yg dikutip dlm buku Bimas Islam 2012:
Jumlah penduduk Indonesia: 237.641.326 jiwa
Beragama Islam: 207.176.162 jiwa atau 87,18%

Dengan angka ini, kalo istilahnya PS itu kalo gunakan demokrasi proporsional, maka jumlah gubernur non-muslim di Indonesia itu ya 15 persen saja. Lima daerah: Bali, Sulut, NTT, Papua Barat dan Papua.

Nyatanya, kata Pak JK, toleransi umat Islam Indonesia itu tinggi banget. Okt 2017 Pak JK nyebut jumlah Gub non-muslim ada 7 (20%), bahkan sebelumnya 9 (26%).
Kebayang kan baiknya umat Islam Indonesia yg mayoritas ini?.

Pilkada 2018

Banyak orang salah mengira, saat menyebut Sumut dan Kalbar. Dikira di dua provinsi itu umat Islam fifty-fifty, bahkan ada yg mengira minoritas. Keliru...

Data tahun 2010, umat Islam Sumut 66,09%, Kristen 27%, Katolik 3,97%, Budha 2,34%
Sementara Kalbar, umat Islam 59,2%, Kristen 11,4%, Katolik 22,9%, Budha 5,4%.
Sekarang data itu kita buat tuk bandingin hasil pilkada 2018. Analisis kacangan lah, tanpa ada variabel lain dan tanpa ngitung Golput (apapun motifnya).

Asumsinya: umat islam bersatu dukung calon muslim, sementara non-Islam dukung calon non-muslim atau campuran.

Sumatera Utara (quick count):
Pasangan muslim edy-ijeck: 57,7%
Pasangan campur djarot-sihar: 42,4%

Kalimantan Barat (quick count)
Pasangan muslim midji-norsan: 51,9%
Pasangan kristen karolin-gidot: 41,5%
Pasangan campur crosby-boyman: 6,6%

Bacanya?
Di Sumut, umat Islam bersatu ke pasangan Eramas. Hanya 9,09% saja Muslim yg nyebrang suaranya ke Djarot.

Di kalbar, umat islam bersatu ke pasangan midji-norsan. 7,3 persen suara muslim lari ke dua pasangan lainnya.

Nampak kan hasilnya kalo umat Islam bersatu?.
Kalo jabar, jateng, jatim ga usah dibahas lah, sesama kok.

Kunci tuk ngalahin umat Islam: dipecah belah, dibuatin banyak calon. Itu yg pernah terjadi di kalteng dan kalbar.

Foto: Wakil Gubernur Terpilih Sumatera Utara 2018 - 2023, Musa Rajekshah bersama umat Islam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…