Langsung ke konten utama

Featured Post

Rusuh Di Wamena Papua, Massa Bakar Kantor Bupati Dan Perkantoran Lainnya

Senin, 22 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Unjuk rasa ribuan massa terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di Kota Wamena, Papua berujung kerusuhan, Senin (23/9/2019). Massa gabungan membakar sejumlah perkantoran di Kota Wamena.

Perkantoran yang dibakar diantaranya Kantor Bupati Wamena, Kantor Bapeda, Kantor BPS, Kantor KUA dan sejumlah kantor di tengah Kota Wamena. Massa yang beringas juga merusak dan membakar sejumlah toko yang ada di Kota Wamena.

Unjuk rasa anarkistis ini dipicu isu ada salah satu guru SMA PGRI pada Sabtu kemarin 22 September 2019 melontarkan kata-kata rasis kepada salah satu murid asli Papua.

Akibatnya ribuan massa mulai berkumpul di Kota Wamena dan melakukan unjuk rasa yang berujung anarkistis.

Sampai saat ini aparat keamanan terdiri dari Polres Wamena dan Kodim masih bersiaga di tengah kota.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto saat dihubungi SINDOnews membenarkan adanya aksi unjuk rasa yang berujung…

Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala oleh Warga Kec. Sepauk Kab. Sintang

Sabtu, 30 Juni 2018

Faktakini.com

*Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala oleh Warga Kec. Sepauk Kab. Sintang.*_


Sabtu tanggal 30 Juni 2018 pukul 16.00 s.d. 18.00 Wib bertempat di Simpang Manis Raya Ds. Sepulut Kec. Sepauk Kab. Sintang Prov. Kalbar telah dilaksanakan Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala yang dipimpin oleh Sdr. Ir. Arbudin, M.M. dan Sdr. Romolo. Adapun yang dapat dilaporkan sebagai berikut :

1. Pukul 14.30 Wib, sejumlah Warga Dayak datang dari beberapa Desa sekitar wilayah Kec. Sepauk berjumlah ± 50 orang dan mengadakan aksi disertai dengan pembakaran ban bekas serta pemotongan 2 (dua) ekor babi.

2. Pukul 15.30 Wib, dilaksanakan orasi dengan penyampaian yang intinya bahwa

a. Masyarakat Dayak mengecam segala bentuk penghinaan terhadap Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Bpk. Cornelis yang diposting oleh Oknum tidak bertanggung jawab dan sudah tersebar di media sosial Facebook juga Instagram.

b. Masyarakat dayak harus menjadi Raja di tanahnya sendiri.

3. Pukul 16.00 Wib, Kapolres Sintang, Dandim 1205/Stg dan Ketua DPRD Kab. Sintang melakukan beberapa pendekatan dan memberi himbauan kepada massa, adapun isi dalam himbauan tersebut sebagai berikut :

a. Kapolres Sintang.

1) Sore ini kegiatan yang saudara-saudara lakukan berjalan dengan lancar, saya sangat senang bahwa saudara-saudara melakukan kegiatan dengan tertib.

2) Apa yang saudara lakukan tentu menjadi perhatian kami Pemerintah Sintang untuk menjaga ketertiban kegiatan ini, mari kita jaga terus keamanan dan kedamaian di Kab. Sintang.

3) Setelah kegiatan ini mungkin saudara-saudara semua bisa kembali ke rumah masing-masing.

b. Dandim 1205/Stg yang intinya bahwa kami membantu Pihak Kepolisian dalam menjaga wilayah Sintang, saya bangga dengan kegiatan adat ini karena semuanya dapat berjalan dengan tertib aman dan lancar.

c. Ketua DPRD Kab. Sintang / Ketua DAD Kab. Sintang.

1) Kegiatan ini sebetulnya tanpa sepengetahuan saya, tapi saya yakin kegiatan ini dapat berjalan dengan damai kita jaga daerah kita jangan berbuat anarkis.

2) Kita sepakat jika kita kalah kita kalah terhormat, jika menang kita menang terhormat. Kita tunggu saja hasil dari KPU Provinsi, kita hormati dan terima dengan damai.

d. Camat Sepauk yang intinya bahwa ritual ini merupakan salah satu budaya adat kita, Pemilu sudah selesai tetapi penghitungan suara belum selesai karena Sidang Pleno masih berjalan. Saya harap semuanya bisa menjaga keamanan wilayah Sepauk karena ini tempat tinggal kita, kalaupun nantinya ada acara lanjut harus ada penanggung jawab karena ditakutkan adanya penyusup dari luar.

4. Pukul 17.45 Wib, dilanjutkan dengan Upacara Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala yang diikuti oleh Kapolres Sintang, Dandim 1205/Stg, Ketua DPRD Sintang serta sejumlah Peserta yang hadir pada kegiatan.

5. Pukul 18.00 Wib, aksi selesai dan massa membubarkan diri masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…