Langsung ke konten utama

Featured Post

Safari Ziarah Kubur FPI Gresik Dan Sayap Juang Berlangsung Lancar Dan Berkah

Jum'at, 13 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Setiap hari Kamis Malam Jumat, biasanya DPW FSI Gresik yang diketuai oleh al Habib Musthofa Assegaf melakukan rutinan pembacaan Ratibul Haddad dan Kajian Ilmu Fiqih serta pembacaan Buku Buku yang ditulis oleh Imam Besar al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab.

Kali ini Jajaran Pengurus FPI beserta Sayap Juang dan Laskar FPI Gresik justru melakukan Safari Ziarah Kubur dalam kota dibeberapa Makam Waliyullah di Kota Gresik, yaitu Makam Maulana Malik Ibrahim (Wali Songo), al Qutb al Habib Abubakar Assegaf (Wali Kutub), al Habib Husein bin Abdullah Assegaf, Sunan Giri Assyaikh Sayyid raden Ainul Yaqin (Wali Songo), dan Sunan Prapen, Kamis (12/12/2019).

Pelaksanaan safari Ziarah Kubur dalam Kota ini dibuka langsung oleh al Habib Abdullah Assegaf (Ketua Tanfidz DPW FPI Gresik) dan al Habib Muhammad al Habsyie (pengurus Majlis Maulid Nurul Musthofa) dengan pembacaan Tahlil, Dzikir dan Doa Bersama.

Sudah menjadi tradisi bagi Masyarakat…

Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala oleh Warga Kec. Sepauk Kab. Sintang

Sabtu, 30 Juni 2018

Faktakini.com

*Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala oleh Warga Kec. Sepauk Kab. Sintang.*_


Sabtu tanggal 30 Juni 2018 pukul 16.00 s.d. 18.00 Wib bertempat di Simpang Manis Raya Ds. Sepulut Kec. Sepauk Kab. Sintang Prov. Kalbar telah dilaksanakan Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala yang dipimpin oleh Sdr. Ir. Arbudin, M.M. dan Sdr. Romolo. Adapun yang dapat dilaporkan sebagai berikut :

1. Pukul 14.30 Wib, sejumlah Warga Dayak datang dari beberapa Desa sekitar wilayah Kec. Sepauk berjumlah ± 50 orang dan mengadakan aksi disertai dengan pembakaran ban bekas serta pemotongan 2 (dua) ekor babi.

2. Pukul 15.30 Wib, dilaksanakan orasi dengan penyampaian yang intinya bahwa

a. Masyarakat Dayak mengecam segala bentuk penghinaan terhadap Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Bpk. Cornelis yang diposting oleh Oknum tidak bertanggung jawab dan sudah tersebar di media sosial Facebook juga Instagram.

b. Masyarakat dayak harus menjadi Raja di tanahnya sendiri.

3. Pukul 16.00 Wib, Kapolres Sintang, Dandim 1205/Stg dan Ketua DPRD Kab. Sintang melakukan beberapa pendekatan dan memberi himbauan kepada massa, adapun isi dalam himbauan tersebut sebagai berikut :

a. Kapolres Sintang.

1) Sore ini kegiatan yang saudara-saudara lakukan berjalan dengan lancar, saya sangat senang bahwa saudara-saudara melakukan kegiatan dengan tertib.

2) Apa yang saudara lakukan tentu menjadi perhatian kami Pemerintah Sintang untuk menjaga ketertiban kegiatan ini, mari kita jaga terus keamanan dan kedamaian di Kab. Sintang.

3) Setelah kegiatan ini mungkin saudara-saudara semua bisa kembali ke rumah masing-masing.

b. Dandim 1205/Stg yang intinya bahwa kami membantu Pihak Kepolisian dalam menjaga wilayah Sintang, saya bangga dengan kegiatan adat ini karena semuanya dapat berjalan dengan tertib aman dan lancar.

c. Ketua DPRD Kab. Sintang / Ketua DAD Kab. Sintang.

1) Kegiatan ini sebetulnya tanpa sepengetahuan saya, tapi saya yakin kegiatan ini dapat berjalan dengan damai kita jaga daerah kita jangan berbuat anarkis.

2) Kita sepakat jika kita kalah kita kalah terhormat, jika menang kita menang terhormat. Kita tunggu saja hasil dari KPU Provinsi, kita hormati dan terima dengan damai.

d. Camat Sepauk yang intinya bahwa ritual ini merupakan salah satu budaya adat kita, Pemilu sudah selesai tetapi penghitungan suara belum selesai karena Sidang Pleno masih berjalan. Saya harap semuanya bisa menjaga keamanan wilayah Sepauk karena ini tempat tinggal kita, kalaupun nantinya ada acara lanjut harus ada penanggung jawab karena ditakutkan adanya penyusup dari luar.

4. Pukul 17.45 Wib, dilanjutkan dengan Upacara Ritual Adat Dayak dan Tolak Bala yang diikuti oleh Kapolres Sintang, Dandim 1205/Stg, Ketua DPRD Sintang serta sejumlah Peserta yang hadir pada kegiatan.

5. Pukul 18.00 Wib, aksi selesai dan massa membubarkan diri masing-masing.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…