Langsung ke konten utama

Featured Post

Rusuh Di Wamena Papua, Massa Bakar Kantor Bupati Dan Perkantoran Lainnya

Senin, 22 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Unjuk rasa ribuan massa terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di Kota Wamena, Papua berujung kerusuhan, Senin (23/9/2019). Massa gabungan membakar sejumlah perkantoran di Kota Wamena.

Perkantoran yang dibakar diantaranya Kantor Bupati Wamena, Kantor Bapeda, Kantor BPS, Kantor KUA dan sejumlah kantor di tengah Kota Wamena. Massa yang beringas juga merusak dan membakar sejumlah toko yang ada di Kota Wamena.

Unjuk rasa anarkistis ini dipicu isu ada salah satu guru SMA PGRI pada Sabtu kemarin 22 September 2019 melontarkan kata-kata rasis kepada salah satu murid asli Papua.

Akibatnya ribuan massa mulai berkumpul di Kota Wamena dan melakukan unjuk rasa yang berujung anarkistis.

Sampai saat ini aparat keamanan terdiri dari Polres Wamena dan Kodim masih bersiaga di tengah kota.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto saat dihubungi SINDOnews membenarkan adanya aksi unjuk rasa yang berujung…

Pilgub Jabar 2018, Membunuh Opini Dengan Opini

Sabtu, 30 Juni 2018

Faktakini.com

MEMBUNUH OPINI DENGAN OPINI
(Oleh : Yanto Hendrawan)

Pidato RK beberapa jam pasca pilkada selesai, mengawali kisruh dugaan pemenang pilkada Jabar. Mengumumkan diri seolah pemenang dengan jumawanya. Mengundang polemik di sosmed diam-diam. Dan sangat berpotensi menggeser hasil Real Count C1. Inilah kejahatan politik berbungkus kesejukan kata-kata. Enak kan terdengarnya? Tapi tajam dan membunuh lawan secara mematikan lewat opini yang dibangun!

Asal tahu saja, semua hasil survey Quick Count sampai dengan hari ini masih perhitungan berdasarkan exit poll. Jikapun bersumber dari data C1, tidak ada survey yang bisa dipercaya sepenuhnya. Surveyor Pilkada hanya mengejar target pemesanan dari pemilik rupiah.

Kalau tadi kejahatan politik, kalau ini kejahatan intelektual namanya. Mengolah pakai ilmu statistik, menganggap semua orang buta dan tolol statistik. Secara psikologis orang melihat angka perolehan hitung sementara besar, langsung percaya dialah pemenangnya. Akhirnya statistik sebagai khazanah keilmuan yang agung, diseret jadi alat politik yang kotor!

Dalam kondisi tidak pasti seperti ini, angin yang paling kuat mendorong keyakinan publik memang paling tepat hanya opini. Bahkan pernyataan sesumbar RK saja dianggap hanyalah opini/mimpi/ngayal dan takabur. Dan namanya opini, lawannya ya opini lagi.

Jadi, amat sangat efektif dan paling tepat kalau saat ini semua pendukung dan pejuang Asyik dan pak Dirman melakukan pula opini massal sebagai perlawanan opini secara terbuka. Posting sebanyak-banyaknya perhitungan kemenangan hasil C1 Asyik dan pak Dirman di lapangan. Screenshot, gambar ataupun hasil lainnya yang relevan.

Tak perlu menunggu hasil Real Count. Bahkan RC saja sangat mungkin bergeser oleh opini publik. Demi kekuasaan, orang bisa jadi jahat dan melakukan kerusakan apapun. Bungkamlah kejahatan teroganisir dengan bergerilya.

Gunakan sosmed.
Buzzer lawan buzzer.
Opini lawan Opini
Influencer vs Influencer
Berjuang lewat sosmed.
Ikhtiar tiada akhir.

Semoga Allah SWT memudahkan kita, aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…