Langsung ke konten utama

Featured Post

Jenazah Penjual Kopi Di Medan Dijemput Ambulans HILMI - FPI Sumut Di Kamar Jenazah RS

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tingginya biaya sewa ambulans dan mobil jenazah selalu menjadi masalah yang terus dikeluhkan oleh masyarakat. Hanya saja mereka tidak mampu berbuat banyak lantaran tarif ambulans dan mobil jenazah sudah ditetapkan masing-masing pemilik ambulans.

Tidak mengherankan jika beredar di media sosial soal jasa pengiriman jenazah lewat truk. Munculnya jasa angkut mayat menggunakan truk karena warga tak sanggup membayar tarif ambulans dan mobil jenazah, lebih-lebih untuk tujuan luar kota.

Banyaknya masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat terutama dalam hal menyewa mobil ambulans, menjadikan HILMI FPI Medan bertekad untuk mengatasi keluhan mereka yang tidak mampu membayar sewa ambulans, sehingga keberadaan ambulans FPI diharapkan bisa menjadi solusi bagi kaum dhuafa atau keluarga yang terkena musibah.

Ketua DPD FPI (Front Pembela Islam) Sumut Habib Hud Alattas kepada Media HILMI, Minggu (16/2) menceritakan usai melihat kondisi mobil ambulansn…

Pilgub Jabar 2018, Membunuh Opini Dengan Opini

Sabtu, 30 Juni 2018

Faktakini.com

MEMBUNUH OPINI DENGAN OPINI
(Oleh : Yanto Hendrawan)

Pidato RK beberapa jam pasca pilkada selesai, mengawali kisruh dugaan pemenang pilkada Jabar. Mengumumkan diri seolah pemenang dengan jumawanya. Mengundang polemik di sosmed diam-diam. Dan sangat berpotensi menggeser hasil Real Count C1. Inilah kejahatan politik berbungkus kesejukan kata-kata. Enak kan terdengarnya? Tapi tajam dan membunuh lawan secara mematikan lewat opini yang dibangun!

Asal tahu saja, semua hasil survey Quick Count sampai dengan hari ini masih perhitungan berdasarkan exit poll. Jikapun bersumber dari data C1, tidak ada survey yang bisa dipercaya sepenuhnya. Surveyor Pilkada hanya mengejar target pemesanan dari pemilik rupiah.

Kalau tadi kejahatan politik, kalau ini kejahatan intelektual namanya. Mengolah pakai ilmu statistik, menganggap semua orang buta dan tolol statistik. Secara psikologis orang melihat angka perolehan hitung sementara besar, langsung percaya dialah pemenangnya. Akhirnya statistik sebagai khazanah keilmuan yang agung, diseret jadi alat politik yang kotor!

Dalam kondisi tidak pasti seperti ini, angin yang paling kuat mendorong keyakinan publik memang paling tepat hanya opini. Bahkan pernyataan sesumbar RK saja dianggap hanyalah opini/mimpi/ngayal dan takabur. Dan namanya opini, lawannya ya opini lagi.

Jadi, amat sangat efektif dan paling tepat kalau saat ini semua pendukung dan pejuang Asyik dan pak Dirman melakukan pula opini massal sebagai perlawanan opini secara terbuka. Posting sebanyak-banyaknya perhitungan kemenangan hasil C1 Asyik dan pak Dirman di lapangan. Screenshot, gambar ataupun hasil lainnya yang relevan.

Tak perlu menunggu hasil Real Count. Bahkan RC saja sangat mungkin bergeser oleh opini publik. Demi kekuasaan, orang bisa jadi jahat dan melakukan kerusakan apapun. Bungkamlah kejahatan teroganisir dengan bergerilya.

Gunakan sosmed.
Buzzer lawan buzzer.
Opini lawan Opini
Influencer vs Influencer
Berjuang lewat sosmed.
Ikhtiar tiada akhir.

Semoga Allah SWT memudahkan kita, aamiin.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…