Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Midji - Norsan Menang, POM Kalbar Himbau Pihak Yang Kalah Berjiwa Besar

Sabtu, 30 Juni 2018

Faktakini.com

*HIMBAUAN UNTUK MUSLIM KALBAR AGAR SABAR DAN TENANG*

Menyikapi situasi paska Pemilihan Gubernur Kalbar yg di Beberapa Tempat terjadi gejolak, maka kami PERSATUAN ORANG MELAYU (POM) Menyampaikan Beberapa Hal agar Menjadi Perhatian untuk Semua Pihak.

1. Kami mengucapkan selamat kepada Bpk H Sutarmidji dan H Ria Norsan atas Kemenangan Beliau Berdua versi Hitung Cepat / Quick Count oleh Lembaga Survey Independen dan KPU. Semua Pihak yg Kalah Mesti Berjiwa Besar dan Menghargai Hasil Quick Count Pilgub Kalbar ini Sama seperti Kami Menghargai Hasil Quick Count 2x Pilgub yg dimenangkan Cornelis 2007 & 2012 dg Lapang Dada & Ksatria.

2. Meminta kepada Aparat Keamanan untuk Sangat Serius Menjaga Keamanan dan Kedamaian Terutama di Titik-Titik yg Telah/Berpotensi Terjadi Gejolak karena Bisa Memicu Ketegangan Se-Kalbar. Meminta Pelaku Teror & Pengrusakan utk DITINDAK TEGAS SESUAI HUKUM agar Tidak Terjadi Aksi Balasan di Tempat Lain.

3. Menghimbau kepada Seluruh Masyarakat Melayu dan Muslim Se-Kalbar khususnya di daerah-daerah minoritas agar jangan bimbang, jangan khawatir dan jangan takut karena kalian tidak sendiri, ada 59% Muslim Kalbar khususnya 43% atau 2,3 juta orang Melayu pasti membantu kalian terutama POM Bersama Jamaah lain yg Siap SYAHID. Melayu/Muslim Kalbar ini adalah Satu Tubuh, jika ada yg tersakiti maka semua akan merasakan. Tetap sikapi kondisi di daerah masing2 dg Sabar, Santun, Lembut dan Bijak seperti Adab dan Ciri Melayu/Muslim.

4. Menghimbau kepada Seluruh Masyarakat Melayu dan Muslim yg berada di daerah atau kantong2 mayoritas agar tetap menjaga kedamaian dan ketenangan. Jangan mudah terpancing isu atau berita yg belum jelas kebenarannya. Jangan memperbesar hal kecil, Sikapi dg Sabar dan Waspada. Kita percayakan kepada aparat keamanan untuk mengurus daerah-daerah yg bergejolak sambil Monitor Ketat.

5. Kami melarang kepada semua Puak Melayu dan Muslim Kalbar agar jangan sampai membuat postingan yg melecehkan dan menghina suku, agama dan golongan lain. Karena itu bukan Adab Melayu dan bukan Ciri Muslim. Sikapi segala postingan yg menyudutkan Melayu/Islam dengan bijak dan sesuai hukum, jangan ikut terpancing dan bicara kasar.

6. Menyerukan kepada Seluruh Puak Melayu dan Muslim Se-Kalbar untuk Merapatkan Barisan, Mengorganisir Masing2 Kelompok/Laskar dengan Rapi, Membangun Komunikasi Intensif Antar Para Panglima, Memetakan Pihak2 yg Mendukung Para Pembuat Onar dan Teror di Daerah Masing2, serta *JANGAN LUPA MEMPERKUAT DIRI & KELOMPOK KITE*.

Demikian himbauan ini disampaikan Demi Menjaga Kondusifitas Kalimantan Barat dan Sebagai *BUKTI BAHWA SAUDARE KITA DI DAERAH TIDAK SENDIRI!*

Tertanda,
*AGUS SETIADI (Ketua Umum POM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…