Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Lembaga Survey “Kredibel” Telah Berubah Jadi Peserta Lomba Tebak-tebakan Pilkada

Jum'at, 29 Juni 2018

Faktakini.com

Lembaga Survey “Kredibel” Telah Berubah Jadi Peserta Lomba Tebak-tebakan Pilkada

Persis seperti nasibnya tim Jerman yang babak belur dan gugur di babak penyisihan secara tragis, demikian juga nasib lembaga survey, yang katanya menjadi semacam alat termometer politik di setiap Pilkada, Pileg dan Pilpres.

Sejumlah lembaga survey yang katanya “kredibel” tersebut gagal menebak hasil Pilkada, babak belur ditumbangkan oleh hasil Pilkada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan sejumlah daerah lainnya.

Di Jawa Barat, mayoritas lembaga survey “kredibel” menempatkan pasangan Sudrajad-Syaikhu di urutan ke tiga dengan menebak perolehan suara antara 7 hingga 9 persen. Kenyataannya, Pasangan Sudrajad-Syaikhu justru melambung tinggi perolehan suaranya, bersaing ketat dengan perolehan suara yang diraih Ridwan Kamil.

Demikian juga di Jawa Tengah, hampir mayoritas lembaga survey “kredibel” menebak perolehan suara pasangan Sudirman-Ida sangat rendah, yaitu antara 17 hingga 20 persen. Kenyataannya Sudirman-Ida berhasil meraih perolehan suara di atas 40 an persen mendekati pasangan Ganjar-Taj.

Jika diibaratkan lomba tebak tebakan, maka pemenang lomba tebak-tebakan kali ini justru dimenangkan oleh LKPI, sebuah lembaga survey pendatang baru dan berada di papan bawah. Tebakan LKPI mendekati akurat yang menempatkan Sudirman-Ida dan Sudrajad-Syaikhu unggul di Pilkada Jateng dan Jabar.

LKPI persis seperti tim sepak bola Korsel yang selalu jadi tim papan bawah, tapi berhasil mengusir Jerman sebagai sang juara bertahan dari medan kurusetra Piala Dunia 2018.

Mari lanjutan lomba tebak tebakan menuju Pilpres 2019 yang mengunggulkan Joko Widodo di urutan teratas tanpa pesaing. Konon katanya, sejumlah lembaga tebak tebakan telah membuat hasil tebakan pada Pilpres 2019, katanya tidak ada kandidat yang bisa kalahkan Joko Widodo. Hanya kotak kosong yang dapat bersaing mengalahkan figur janji kosong.[***]

LEMBAGA SURVEI DENGAN MARGIN ERROR 20-25%

Sebelum Hari H Surveyor-surveyor besar memproyeksi ASYIK hanya akan meraih suara di bawah 10%.

Juni 2018, LSI Denny JA memproyeksi 8,2%.
Juni 2018, SMRC Saiful Mujani memproyeksi 7,9%.
Maret hingga Mei 2018, INDIKATOR Burhanuddin Muhtadi memproyeksi 3,2%.

Pada hari H dengan quick count ASYIK ada pada 28 - 30%.

Ada 3 kemungkinan dari fenomena ini:

1. Para surveyor salah besar dalam menjalankan pekerjaan ilmiah mereka. Mengambil proyeksi "tertinggi" yang 8,2% versi LSI DJA sebagai patokan, berarti Margin of Error proyeksi tersebut adalah +/- 20%. Margin of Error segede gajah ini sama dengan mengatakan surveyor-nya lebih baik membubarkan diri sebagai perusahaan surveyor.

Perhitungan dengan Margin of Error segede +/- 20% seperti itu dapat diperoleh dengan mudah dalam diskusi-diskusi lepas campur kentut di warung kopi. INDIKATOR Burhanuddin "juara"nya, karena Margin of Error mencapai +/- 25%. Ini kelewat "gila", namanya.

2. Para surveyor berpartisipasi dalam program propaganda pesanan pihak tertentu. Mereka tidak bodoh secara ilmiah dan  sangat cerdas "mengakali" hukum statistika.

3. Mesin partai pengusung bekerja dengan efektif sehingga dengan waktu relatif singkat sangat berhasi mendongkrak elektabilitas ASYIK. Dalam pikiran rasional saya, menaikkan elektabilitas kontestan politik dalam waktu singkat paling mungkin hanyalah sebesar 5%. Itu sudah sangat luar biasa, ditambah syarat keharusan adanya isu besar yang sangat menguntungkan ASYIK dan di lain pihak merugikan kontestan lainnya.

Pesan untuk Tim Sukses ASYIK: tongkrongin itu penghitungan suara manual. Berkaca dari survey elektabilitas para surveyor yang meleset total di atas, wajarlah menaruh curiga pada Hitung-cepat mereka. Jangan lengah.

By Canny Watae

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…