Langsung ke konten utama

Featured Post

Jenazah Penjual Kopi Di Medan Dijemput Ambulans HILMI - FPI Sumut Di Kamar Jenazah RS

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tingginya biaya sewa ambulans dan mobil jenazah selalu menjadi masalah yang terus dikeluhkan oleh masyarakat. Hanya saja mereka tidak mampu berbuat banyak lantaran tarif ambulans dan mobil jenazah sudah ditetapkan masing-masing pemilik ambulans.

Tidak mengherankan jika beredar di media sosial soal jasa pengiriman jenazah lewat truk. Munculnya jasa angkut mayat menggunakan truk karena warga tak sanggup membayar tarif ambulans dan mobil jenazah, lebih-lebih untuk tujuan luar kota.

Banyaknya masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat terutama dalam hal menyewa mobil ambulans, menjadikan HILMI FPI Medan bertekad untuk mengatasi keluhan mereka yang tidak mampu membayar sewa ambulans, sehingga keberadaan ambulans FPI diharapkan bisa menjadi solusi bagi kaum dhuafa atau keluarga yang terkena musibah.

Ketua DPD FPI (Front Pembela Islam) Sumut Habib Hud Alattas kepada Media HILMI, Minggu (16/2) menceritakan usai melihat kondisi mobil ambulansn…

Charta Politika: Elektabilitas RINDU 37,3%, ASYIK 7,6%, Netizen: Ngawur! Suara ASYIK Empat Kali Lipat Lebih Banyak!



Sabtu, 30 Juni 2018

Faktakini.com, Jakarta - Di hari-hari terakhir menjelang Pilkada Gubernur Jawa Barat 2018, lembaga survei "Charta Politika" pimpinan Yunarto Wijaya mengumumkan hasil survei yang "sangat menakjubkan", bahwa Elektabilitas Pasangan Ridwan - Kamil dan Demiz - Demul "mengangkasa", sementara pasangan ASYIK sangat tragis terbawah diantara keempat pasangan dan hanya dapat 7,6 persen!.

Padahal faktanya Real Count KPU  sejauh ini menunjukkan hasil suara Rindu hanya berkisar 30 persenan, sementara ASYIK yang dibilang oleh Charta Politica elektabilitasnya hanya 7,6 persen, faktanya hasil sesungguhnya 4 kali lipat lebih banyak! (28 - 32 Persen)

Yunarto Wijaya boss Charta Politika sebelum Pilgub Jabar mengumumkan pasangan Emil-Uu memiliki tingkat elektabilitas 37,3 persen, unggul dari pasangan Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi yang memiliki tingkat elektabilitas 34,5 persen.

"Pilihan masyarakat terhadap pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur di Jawa Barat terlihat persaingan pada dua pasangan calon tersebut," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (7/6/2018).

Sementara itu, dikatakan dia, dua pasangan lainnya, TB Hasanuddin-Anton Charliyan dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, terpaut sangat jauh dari Emil-Uu dan duo Deddy.

Yunarto Wijaya menyatakan Elektabilitas TB-Anton hanya 7,8 persen, sementara Sudrajat-Ahmad Syaikhu elektabilitasnya lebih parah lagi, nomor buncit dan hanya 7,6 persen! (Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2018/06/07/survei-charta-politika-elektabilitas-ridwan-kamil-uu-paling-tinggi )

"Untuk penguasaan wilayah subkultur, pasangan Emil-Uu unggul di tiga wilayah, yakni Bandung Raya, Priangan Barat, dan Priangan Timur," tambah Yunarto Wijaya.

Dilanjutkan Yunarto, hal yang sama juga diperoleh duo Deddy. Pasangan tersebut penguasaan wilayahnya juga tersebar di tiga wilayah, yakni Cirebonan, Karawangan, dan Megapolitan.

Namun untuk tingkat kemantapan pilihan calon Gubernur, temuan Charta Politika menunjukkan hal berbeda.

Untuk pasangan Emil-Uu, responden yang sudah mantap memilih sebesar 63,8 persen.

Sedangkan yang sudah mantap memilih duo Deddy justru berada paling tinggi, yakni 73 persen.

Yunarto mengaku rilis survei Charta Poiltika dilakukan pada 23-29 Mei 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Adapun jumlah sampel di masing-masing wilayah adalah 1200 responden dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Foto: Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya

Sumber: Tribunnews







Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…