Langsung ke konten utama

Featured Post

Jadwal Pengajian Bulanan FPI Maret 2020 Di MS FPI Petamburan Dan Mega Mendung

Kamis, 27 Februari 2020

Faktakini.net

P E N G U M U M A N

TA'LIM RUTIN BULANAN
MARKAZ SYARIAH
PETAMBURAN - MEGAMENDUNG

1. Sabtu 5 Rajab 1441 H /29 Februari 2020 M jam 12 s/d 15
TA'LIM KHUSUS WANITA di MS Pusat Petamburan Jkt.

2. Ahad 6 Rajab 1441 H/1 Maret 2020 M jam 07 s/d 12
TA'LIM KHUSUS PRIA di MS Pusat Petamburan Jkt.

3. Senin 7 Rajab 1441 H/2 Maret 2020 M jam 08 s/d 11
TA'LIM KHUSUS USTADZAH di MS Pusat Petamburan Jkt.

4. Rabu 9 Rajab 1441 H/4 Maret 2020 M jam 12 s/d 15
MULTAQO HABAIB ULAMA ASWAJA JABAR & BANTEN
di MS Mega Mendung Bogor

5. Sabtu 19 Rajab 1441 H/ 14 Maret 2020 M jam 12 s/d 15
TA'LIM KHUSUS WANITA di MS Mega Mendung Bogor

Pengajian Umum Rutin Pekan untuk Pria & Wanita :
1. Tiap Rabu malam Kamis jam 18 - selesai di Masjid Al-Islah.
2. Tiap Jum'at jam 8 - Shalat Jum'at di Masjid MS Mega Mendung.

Insya Allah akan Mengadakan Tausyiah Jarak Jauh Oleh Al Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc. MA. DPMSS serta para tokoh lainnya.

Menghina Aksi Umat Islam "Politik Serakah", Muslim Bekasi Polisikan Rahmat Effendi


Rabu,30 Mei 2018

Faktakini.com, Bekasi - Berbeda dengan pasangan Nur Supriyanto - Akhy Firdaus (Nur - Firdaus) yang berhubungan mesra dengan para Ulama, Habaib dan umat Islam Bekasi, Cawalkot kubu sebelah justru saat ini sedang membuat geram umat Islam sehingga dilaporkan ke polisi.

Kasus hukum yang menimpa calon walikota Bekasi Rahmat Effendi karena pernyataannya yang menyebut Aksi umat Islam 212 sebagai politik serakah, disinyalir akan dilanjutkan pihak kepolisian.

Hal ini terungkap setelah pihak yang melaporkan kasus ini, Azwar Anas, dalam waktu dekat ini akan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Dengan pemanggilan ini, Anas berkesimpulan laporannya tidak mandeg dan diproses pihak kepolisian.

“Kasus hukum terus berlanjut, dalam waktu dekat saya selaku pelapor akan diperiksa sebagai saksi atas kasus ini. Itu berarti kasus ini berlanjut,” kata Anas, Selasa (29/5/2018).

Azwar melanjutkan, jika dirinya sudah dipanggil untuk diperiksa maka dalam waktu dekat Rahmat Effendi segera menyusul untuk dipanggil.

“Setelah pelapor selanjutnya terlapor akan menyusul untuk dipanggil,” kata dia.

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Azwar selaku Alumni 212, tidak terima jika aksi terbesar umat Islam Indonesia itu disebut sebagai aksi politik serakah, sebagimana yang diucapkan Rahmat Effendi saat melantik salah satu organisasi kepemudaan Partai Golkar Kota Bekasi.

“Saya tidak terima sebagai alumni 212, kalau gerakan 212 disebut politik serakah. Apalagi statmen ini dilontarkan seorang pejabat publik. Itulah mengapa saya melapor,” tandasnya.

Terakhir, Azwar Anas mengapresiasi pihak kepolisian yang menindaklanjuti laporan ini. “Apresiasi Mabes Polri yang profesional dalam penanganan kasus. Saya harap kasus ini berjalan positif,” pungkasnya.

Foto: Muslim Bekasi saat mempolisikan RE

Sumber: Kumparan

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…