Langsung ke konten utama

Postingan

Featured Post

Biadab! Tembok Musholla Dicoret, Al-Qur'an Disobek Dan Sajadah Digunting Di Pasar Kemis Kab Tangerang

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net

Selamat Sore Komandan ijin melaporkan pada tanggal 29 September 2020 sekitar pukul 15.30 Wib telah terjadi pencoretan tembok, penyobekan Kitab Suci Alqur'an, pengguntingan sajadah di Musollah Darussalam Rt 5/8 Perum Villa Tangerang Elok Kelurahan Kutajaya Kec Pasar Kemis Kab Tangerang.

A. Barang bukti

1. Alquran yang di coret coret
2. Potongan alquran yg di sobek sobek
3. Potongan2 sajadah yang di gunting
4. Botol pilok bekas nyemprot tembok.

B. Saksi saksi :

1. Nama                  : Rifki hermawan
Tempat tahl Lahir : tangerang 29-10-2004
Pekerjaan               : Pelajar
Alamat                     : Rt. 05/08 Villa Tangerang Elok Kel. Kutajaya

2. Nama                   : Samsu firman
Temapat tgl lahir   : Jkrt 17-7-1971
Pekerjaan                : Karyawan swasta
Alamat                      : Blok e2 No 29 rt 5/8 Villa Tangerang Elok Kel. Kutajaya

3. Nama                    : Suhadi
Tempat tgl Lahir     : Sleman jogja 16 april 1972
Pekerj…
Postingan terbaru

Epidemiolog: Kalau Hanya Jakarta yang Bekerja, Akan Susah Menangani Covid-19

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh DKI Jakarta akan sulit mengingat tidak adanya dukungan penuh dari daerah sekitar DKI.

Dilansir dari Cnnindonesia.com, Dicky menuturkan PSBB Jilid II DKI memang berdampak pada penurunan kasus. Akan tetapi, dia mengatakan hal itu belum signifikan. Mengingat tidak adanya dukungan daerah sekitar.

Lebih lanjut, Dicky mengatakan intervensi dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 masih belum merata. Ia melihat masih banyak daerah yang bersebelahan dengan Jakarta atau kota besar di Indonesia masih mengabaikan intervensi.

"Ini berdampak signifikan, katakanlah Pulau Jawa ini untuk mengendalikan pandemi. Karena interkonektivitas antara berbagai wilayah Jawa ini mau tidak mau membuat mobilitas orang-orang ini membawa virus, kasus impor istilahnya," katanya seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Senin (28/…

IB Habib Rizieq Shihab Berkunjung Ke Rubat Habib Zein Bin Ibrahim Bin Smith Di Madinah

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net

*IB HRS BERKUNJUNG KE RUBAT HABIB ZEIN BIN SMITH*

https://youtu.be/O9xno9CGOwc
https://youtu.be/O9xno9CGOwc
https://youtu.be/O9xno9CGOwc

Agenda IB HRS Hari ini adalah Berkunjung ke Rubat Habib Zein bin Smith di Madinah, beliau adalah menantu dari Al Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar, Selain bermantukan Habib Zein bin Smith, Al Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar juga mertua dari Habib Umar bin Hafidz Tarim.

Rubat Habib Zein bin Smith adalah salah satu pondok yang sering di datangi IB HRS saat kuliah di Arab Saudi untuk menimba ilmu agama.


*PEDULI MEDIA DAKWAH FPI :*
Bank Syariah Mandiri (Kode 451)
No. Rek 720-161-1045
a.n FPI REK MEDIA

═════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════

Subscribe / Berlangganan di channel /kanal YouTube resmi Front TV:
www.youtube.com/c/fronttv

Kunjungi Website / Laman Resmi FPI :
www.fpi-online.com
www.front-tv.net

Buya Gusrizal: Kenali Perjalanan Sejarah Bangsa Lewat Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net

#infosuduikminang

KETUA MUI SUMBAR MENGHIMBAU UNTUK MENONTON FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI

Buya Gusrizal: Kenali Perjalanan Sejarah Bangsa Lewat Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

PADANG -- Terkait maraknya nonton bareng film G30S/PKI, Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menghimbau masyarakat untuk mengenali perjalanan sejarah bangsa apalagi sejarah kelam bangsa seperti pengkhianatan PKI supaya tidak mengendor kewaspadaan.

"Kita tahu bahwa organisasi bisa saja terlarang dan dibubarkan tapi pemikiran yang menjadi ideologi, akan terus diwariskan oleh mereka yang menganutnya," kata Buya Gusrizal Dt. Palimo Basa, Senin (28/9/2020).

Buya melanjutkan Umat Islam adalah garda terdepan dalam menghadapi komunisme dan gerakannya.

"Karena itu, momentum-momentum seperti 30 September harus dimanfaatkan untuk membangkitkan kesadaran umat akan bahaya besar yang mengancam agama dan bangsa. Apalagi indikator-indikator yang terlihat telah mengind…

Gerak Cepat, Anies Siapkan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net

Gerak Cepat, Anies Siapkan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

Dalam rangka percepatan penanganan wabah Covid-19 di DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan tiga lokasi untuk isolasi pasien Covid-19.

Penetapan lokasi tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor 979 tahun 2020 Tentang Lokasi Isolasi Terkendali Miliki Pemprov Jakarta dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

“Menetapkan Lokasi Isolasi Terkendali milik Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan daftar sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Gubernur ini,” tulis Anies dalam Kepgub tersebut, dikutip pada Selasa (29/9/2020).

Menurut Anies, sebagaimana dilansir dari Siberindo.co, ongkos yang dipakai untuk melangsungkan karantina pasien penyakit menular ini bersumber dari Anggaran pendapatan belanja daerah (AP…

Kisah Shodanco A.Yani Yang Sukses Berkarier Di TNI-AD

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net

Kisah Shodanco A.Yani Yang Sukses Berkarier Di TNI-AD

“Bapak itu dulu kampungnya di Rendeng, Purworejo (Jawa Tengah). Anak tertua dari Mbah (Kakek-Nenek) Wongsoredjo. Mbah dulu itu sopir pribadi keluarga Belanda di pabrik tebu Jenar,” ujar Amelia kepada Okezone.

Dengan menjadi sopir keluarga Belanda itu, Ahmad Yani kecil yang lahir 19 Juni 1922 serta adik-adiknya, Asmi dan Asinah, setidaknya bisa hidup lumayan berkecukupan dengan gaji saat itu sekira 7 ringgit.

Ayah Ahmad Yani pada 1927 kemudian mendapat rekomendasi dari majikannya untuk merantau ke Batavia (kini Jakarta), dan menjadi sopir seorang Jenderal Belanda bernama Halfstein, lalu ke Ciawi, Bogor, bekerja untuk kerabat Halfstein. Selama itu pula, Ahmad Yani kecil ikut merantau.

Selama di Batavia saat ayahnya masih dipekerjakan Halfstein, Ahmad Yani bahkan disekolahkan sang menir di sebuah froebel atau taman kanak-kanak (TK). Di Bogor, Ahmad Yani melanjutkan pendidikannya ke Hollandsch-I…

Profesor Greg Fealy Dari Australia: Rezim Jokowi Represif Terhadap Kaum Islamis

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net, Jakarta -  Profesor Australian National University (ANU), Greg Fealy, menyebut pemerintahan Indonesia di bawah kepeimpinan Presiden Joko Widodo tak ramah keberagaman.

Lewat tulisan yang terbit di East Asia Forum, Minggu (27/9/2020), Fealy mengungkapkan Jokowi telah melakukan kampanye penindasan sistematis terhadap kaum Islamis dalam empat tahun terakhir.

Kaum islamis, kata sang profesor, biasanya digunakan untuk menggambarkan umat Muslim yang berusaha menjadikan hukum dan nilai-nilai Islam sebagai bagian sentral dari kehidupan publik dan struktur negara.

Ini bisa merujuk pada berbagai kelompok, dari mereka yang membentuk partai dan mengikuti pemilu dalam sistem demokrasi hingga jihadis militan yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka.

Perlakuan tindakan represif Jokowi terhadap pluralisme Indonesia dilontarkan Fealy setelah melihat penerbitan berbagai aturan diskriminatif di lembaga milik negara.

"Represi negara dapat terja…